Paduan Suara Mahasiswa FMIPA UM Gema Suara Cipta 5 (GSC-5) telah melaksanakan program kerja Sharing Session pada bulan Agustus 2021 kemarin dengan mengundang Paduan Suara Mahasiswa Swara Crescendo FEB UM dimana program kerja tersebut merupakan program kerja terbaru dan perdana dari bidang Pengembangan Organisasi. Acara Sharing Session pertama menuai tanggapan positif dari peserta Sharing Session, karena dianggap efektif untuk menambah wawasan pada masing-masing anggota PSM FMIPA UM GSC-5 maupun PSM undangan, sehingga diadakan kembali acara Sharing Session pada bulan Desember 2021. Pada kesempatan Sharing Session kali ini Paduan Suara Mahasiswa FMIPA UM GSC-5 mengundang demisioner GSC-5 2020 dan demisioner GSC-5 2019, dengan mengusung tema “Membangun Komunikasi dengan Dialog Ide Menuju Organisasi yang Berkualitas”. Sharing Session 2021 “GSC-5 X Demisioner GSC-5” merupakan acara studi banding dengan saling bertukar wawasan dan pengalaman yang pernah dilakukan Demisioner GSC-5 selama menjalankan tugas baik secara online ataupun offline. Tujuannya agar pengurus GSC-5 saat ini bisa mempersiapkan kemungkinan untuk pelaksanaan kegiatan offline atau blended learning di tahun kepengurusan 2022.
Acara Sharing Session 2021 “GSC-5 X Demisioner
GSC-5” tepatnya dilaksanakan pada 11 Desember 2021, pukul 09.00 WIB. Kegiatan tersebut dibuka oleh MC yang merupakan salah satu panitia
penyelenggara yaitu Laila Nur Safitri dan dilanjutkan
dengan sambutan-sambutan. Sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana Sharing Session 2021 “GSC-5 X Demisioner
GSC-5” dan Ketua Umum GSC-5. Setelah sambutan acara
diambil alih oleh moderator yaitu Maya Elisabeth Mol untuk sesi sharing
serta tanya jawab dengan demisioner GSC-5.
Sharing sesi pertama diberikan oleh demisioner 2020 mengenai program kerja online
dan offline. Terdapat pertanyaan dari peserta kepada
demisioner 2020 terkait apa hambatan terbesar dan juga kendala yang dialami
ketika menjalankan kepengurusan dan pelaksanaan program kerja. “Hambatan terbesar
yaitu terkait koordinasi anggota ketika akan melaksanakan rapat, kemudian
dicarilah solusi dengan mencoba lebih mendekatkan diri ke anggota sehingga
anggota bisa lebih aktif di pengurusan GSC-5. Dan untuk kendala ketika
pelaksanaan program kerja offline seringkali mengenai tempat
pelaksanaan. Catatan untuk pengurus GSC-5 taun ini jika ingin menyiapkan tempat
pelaksanaan waktunya jangan terlalu mepet. Usahakan segera membuat proposal dan
menentukan tempat, lebih bagus apabila di awal kepengurusan proposal sudah jadi
sehingga tempat sudah bisa dibooking” jawab Bilqis Rahma Kinanti, selaku
Ketua Umum GSC-5 2020.
Sharing sesi kedua
disampaikan oleh demisioner 2019 mengenai Job Description Pengurus
Harian (PH) GSC-5 2019. Pada saat sesi tanya jawab terdapat pertanyaan mengenai
apa tantangan
terbesar saat menjadi Wakil Ketua Umum ketika kepengurusan offline. “Sebenarnya
tantangan berasal dari anggota sendiri, seperti mengkoordinasi anggota untuk
latihan yang cukup sulit. Selain itu, ketika melaksanakan program kerja konser,
terjadi konflik di kepengurusan sehingga terjadi perpecahan, solusinya yaitu
PH-4 mengumpulkan anggota tersebut untuk berdiskusi terkait masalah yang
dihadapi kemudian PH-4 menguatkan agar anggota bisa tetap bertahan di GSC-5”
Jawab Rizqiana Mauliasari Kurniawan,
selaku Wakil Ketua Umum GSC-5 2019.
Ketika berlangsungnya acara tentunya ada
rasa bosan atau jenuh, oleh karena itu
panitia telah menyiapkan game dengan pertanyaan-pertanyaan yang
seru untuk seluruh peserta. Dimana game dilaksanakan sebanyak dua kali
yaitu setelah sesi tanya jawab sharing pertama dan setelah sesi tanya
jawab sharing kedua. Setelah sesi game kedua, acara diserahkan
kembali oleh moderator kepada MC untuk menutup acara. Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Karman Maulana,
selaku panitia penyelenggara Sharing Session 2021 “GSC-5 X Demisioner GSC-5”.
Komentar
Posting Komentar