SATU MALAM TUAI KEBERSAMAAN BERSAMA GSC-5


Penyelenggara:

Sub Divisi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMFA) MIPA Universitas Negeri Malang Gema Suara Cipta (GSC-5)


Dosen yang terlibat:

Bakhrul Rizky Kurniawan, S.Pd, M.Pd.


Nama Pemateri:

Naila Zulfa Nabila

Sukma Putri Riyanti

Fitria Andriani

Indrani Eka Prastya Zahroh

Nur Izzah Faradillah

Afina Afidhotun Nisa


Tanggal Kegiatan:

16-17 Mei 2023


Kriteria Layanan:

Jenis Program Layanan dan Pembinaan Minat

SDGs:

SDG 4, SDG 9, SDG 16

Mental Kebangsaan:

Pendidikan norma, etika, pembinaan karakter, dan soft skills mahasiswa 


Pada tanggal 16-17 Mei 2023, Organisasi GSC-5 2023 mengadakan acara malam keakraban dan upgrading tahunan di Villa Putih Batu, Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu. Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan persaudaraan antar-anggota organisasi. Dengan suasana yang penuh semangat, malam keakraban GSC-5 menyuguhkan serangkaian kegiatan yang meriah dan menghibur.


Pada sore hari tanggal 16 Mei 2023 diadakan kegiatan upgrading dengan 4 materi. Materi pertama adalah Editing yang disampaikan oleh Naila Zulfa Nabila. Pemateri menyampaikan terkait pengertian desain, jenis-jenis desain yang terbagi menjadi dua yaitu desain struktural dan desain hiasan. Kemudian pemateri juga menyampaikan bahwa desain memiliki beberapa fungsi, salah satunya yaitu sebagai alat bantu yang mampu menciptakan objek baru dan sebagai ruang ekspresi dalam menuangkan ide. Terdapat pula beberapa metode dalam desain, diantaranya seperti explosing, redefining, managing, phototyping, juga trendspotting. Di akhir pemaparan materi, dijelaskan pula terkait perbedaan dan fokus antara desain grafis dan desain video.


Selanjutnya pada materi kedua membahas terkait Musik, Paduan Suara, dan Sejarah GSC-5 yang disampaikan oleh Sukma Putri Riyanti. Di materi kedua ini disampaikan bahwa paduan suara merupakan musik yang dilakukan dengan menggabungkan sejumlah penyanyi dan mengkombinasikan berbagai jenis suara dalam suatu harmoni. Dalam paduan suara, terdapat pembagian suara di antaranya sopran atau penyanyi wanita yang karakter suaranya tinggi dan tipis, alto atau penyanyi wanita dengan nada rendah, tenor atau penyanyi laki-laki dengan karakter suara timbre (tipis), dan bass yaitu penyanyi laki-laki yang range vokalnya rendah dan jelas. Tujuan dari dibentuknya suatu paduan suara terbagi menjadi 3 fungsi, diantaranya sebagai kegiatan spiritual, sebagai hiburan, dan sebagai penyajian estetis. Paduan suara sendiri sudah ada dari zaman romawi yang ditujukan untuk kegiatan spiritual, namun saat ini paduan suara sudah fleksibel sehingga dapat digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Kemajuan paduan suara sendiri berawal dari zaman renaisans, kemudian ke zaman barok, ke zaman klasik, romantic, dan berkembang hingga ke zaman kontemporer atau di zaman sekarang yang sering digunakan.


Pada materi ketiga dilanjutkan dengan membahas Administrasi dan Persuratan yang disampaikan oleh Fitria Andriani. Pemateri disini menjelaskan bahwa administrasi termasuk suatu usaha yang melakukan penetapan tujuan dan cara-cara penyelenggaraan suatu organisasi. Administrasi memiliki beberapa karakteristik seperti harus adanya sekelompok orang, adanya kerjasama, serta adanya pembagian tugas. Pemateri juga menjelaskan bahwa administrasi memiliki banyak fungsi, beberapa di antaranya sebagai planning, organizing, koordinasi, dan laporan. Dari adanya fungsi-fungsi tersebut, terbentuklah tujuan dari administrasi seperti membantu menyusun program kerja, aktivitas, dan evaluasi. Administrasi juga tidak serta merta dibuat begitu saja, ada SOP yang harus dipatuhi dan dijalankan dalam membuat proposal, laporan pertanggungjawaban, dan persuratan.


Kemudian di materi terakhir adalah Teknik Persidangan yang disampaikan oleh Indrani Eka Prastya Zahroh. Teknik persidangan yang dijelaskan oleh pemateri ialah suatu pertemuan formal untuk mengkomunikasikan ide atau gagasan dalam rangka pengambilan keputusan yang bersifat mengikat. Persidangan juga memiliki banyak jenis diantaranya sidang pleno atau sidang yang biasanya digunakan di suatu organisasi, sidang komisi, sidang paripurna, sidang istimewa, dan sidang umum atau sidang yang biasanya digunakan untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban oleh suatu organisasi. Persidangan dapat bersifat tertutup ataupun terbuka, tergantung dari jenis sidang yang akan dilaksanakan. Ketika akan melakukan persidangan, terdapat perangkat-perangkat yang harus disiapkan seperti bahasan, panitia penyelenggara, peserta sidang, pimpinan sidang, waktu, dan tempat. Sedangkan untuk perlengkapan sidang diperlukan palu sidang dan bantalan, draf sidang, konsideran, presensi, meja, kursi, dan papan tulis. Di dalam suatu persidangan peserta sidang dibedakan menjadi 2 macam, yaitu peserta penuh atau peserta yang memiliki hak suara dan hak bicara, dan peserta peninjau yang memiliki hak bicara saja. 


Tiket-tiket dalam persidangan juga dibedakan menjadi beberapa macam, ada interupsi atau selaan, informasi atau pemberian penjelasan, privilege atau permintaan izin meninggalkan sidang dengan waktu singkat dan mendesak, order atau permintaan berupa fasilitas, opsi atau penawaran, justifikasi atau penguatan, afirmasi atau penguatan opsi, klarifikasi, question, answer, PK atau peninjauan kembali, dan PP atau penambahan poin. Persidangan juga didukung dengan prosedur pengetukan palu sidang, di mana untuk cara memegang palu sidang yaitu palu diketuk dengan kemiringan kurang lebih 45 derajat secara horizontal dan pengetukan palu sidang sebaiknya tidak terlalu tinggi, cukup 5 cm di atas papan ketuk. Sedangkan untuk jumlah ketukan palu sidang adalah sebanyak 1 ketukan untuk pengesahan keputusan, skorsing untuk 1 kali sekian menit, dan untuk mencabut keputusan. Sedangkan 2 ketukan untuk skorsing selama 2 kali sekian menit. Untuk 3 ketukan palu sidang ditujukan untuk membuka dan menutup acara, serta pengesahan keputusan yang bersifat final. Dan yang terakhir ketukan berkali-kali yang ditujukan untuk mengkondisikan peserta sidang yang tidak kondusif. Selama penyampaian materi berlangsung, para peserta upgrading diberi kesempatan untuk bertanya kepada pemateri terkait hal-hal yang belum dipahami. Di sisi lain peserta cukup antusias dalam menyimak dan bertanya terkait materi yang telah disampaikan


Pada malam harinya diadakan pentas seni yang dibuka dengan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Ketua Pelaksana MAKRAB DAN UPGRADING GSC-5 2023. Kemudian sambutan dari Ketua Umum GSC-5 2023 yang mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran anggota dalam acara ini. Dia menekankan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi dalam mencapai tujuan organisasi yang bertujuan untuk memajukan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan anggota organisasi. Selanjutnya adalah sambutan dari perwakilan BEMFA MIPA UM yang sekaligus membuka acara pentas seni pada MAKRAB DAN UPGRADING GSC-5 2023.


Setelah sambutan, anggota GSC-5 yang sudah dibagi menjadi 5 kelompok kecil berpartisipasi dalam pentas seni untuk meningkatkan kreativitas. Urutan penampilan kelompok dipilih secara acak melalui undian. Acara pentas seni berlangsung sangat meriah dan diikuti dengan antusias oleh semua anggota GSC-5 dan juga para undangan. Setelah pentas seni berakhir, dilanjutkan dengan Evaluasi PH-4 sekaligus penukaran hadiah oleh setiap anggota GSC-5 serta membacakan kesan dan pesan yang terdapat pada hadiah tersebut. Setelah Evaluasi PH-4 selesai, seluruh anggota dipersilahkan untuk bersih-bersih dan bersiap tidur.


Pada keesokan hari tanggal 17 Mei 2023, acara dimulai dengan senam pagi bersama yang dipimpin oleh ketua pelaksana yang kemudian dilanjutkan dengan sarapan bersama. Setelah sarapan selesai seluruh anggota berkumpul sesuai kelompoknya untuk melakukan kegiatan Outbond. Permainan pertama adalah estafet kardus yang mendorong anggota untuk bekerja bersama untuk mencapai garis finish. Permainan kedua adalah estafet gambar dengan peserta di paling belakang menebak gambar yang sudah dibuat oleh anggota kelompoknya. Dari akumulasi perolehan skor, permainan dimenangkan oleh kelompok 1 sebagai juara 1, kelompok 4 sebagai juara 2, dan kelompok 2 sebagai juara 3. Penyerahan hadiah pada tiap juara diberikan oleh Ketua Umum, Ketua Pelaksana, dan perwakilan dari sie acara.

Setelah Outbond, ada juga materi-materi yang bermanfaat untuk anggota GSC-5 yaitu Beauty Class dan Public Speaking. Beauty Class disampaikan oleh Nur Izzah Faradilah dan diikuti oleh seluruh anggota perempuan GSC-5 dengan membawa make up masing-masing dari rumah. Setelah kegiatan Beauty Class selesai, dilanjutkan dengan penyampaian materi Public Speaking yang disampaikan oleh Afina Afidhotun Nisa.


Selain kegiatan formal, MAKRAB DAN UPGRADING GSC-5 2023 juga menyediakan waktu untuk anggota GSC-5 untuk saling berinteraksi secara informal. Mereka bisa berbincang-bincang, menikmati hidangan yang disajikan, dan saling berbagi pengalamannya. Hal ini memberikan kesempatan bagi anggota untuk mengenal satu sama lain secara pribadi, memperdalam hubungan, dan membangun jaringan yang lebih kuat. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memberikan penghargaan kepada anggota yang telah memberikan kontribusi yang luar biasa kepada organisasi. Hal ini memberikan motivasi tambahan bagi anggota untuk terus berpartisipasi aktif dan berkontribusi dalam misi organisasi.


Selama kegiatan MAKRAB DAN UPGRADING GSC-5 2023, suasana penuh keakraban dan kegembiraan terasa di antara anggota GSC-5. Para anggota merasa terinspirasi oleh semangat dan tujuan bersama yang membuat mereka semakin terikat pada organisasi ini. Acara ini menciptakan platform yang unik dimana ide-ide bisa berkembang, koneksi bisa terjalin, dan sinergi bisa tumbuh. Malam keakraban organisasi GSC-5 menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antara anggota dan memperkaya pengalaman mereka sebagai bagian dari komunitas yang saling mendukung.

Komentar