MENYALAKAN BAKAT DALAM HARMONI SUARA BERSAMA GSC-5

Dokumentasi Panitia Singing Competition GSC-5 2025

Penyelenggara

Subdivisi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang Gema Suara Cipta (GSC-5) 2025

Dosen Pendamping

Bagus Priambodo, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D.

Ketua Pelaksana

Alfi Nur Fadhila

Ketua Umum

Hana Nawal Nuzulil Shafwah

Tanggal Kegiatan

6 September 2025

Tempat Kegiatan

Aula Gedung D3, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang No.5, Sumbersari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur

Kriteria Layanan

Jenis Program Layanan dan Pembinaan Bakat

Upaya Pencegahan

Bullying

SDGs

SDGs 4 (Pendidikan yang Berkualitas)

Mental Kebangsaan

Pendidikan norma, etika, pembinaan karakter, dan soft skills mahasiswa

Berita Kegiatan

Gema Suara Cipta (GSC-5) kembali mengukir sejarah dengan suksesnya penyelenggaraan Singing Competition 2025 pada hari Sabtu, 6 September 2025 dengan mengusung tema “Raise Your Voice, Reach the Stars”. Tema ini diangkat oleh Alfi Nur Fadhila sebagai Ketua Pelaksana, sebagai ajakan bagi para peserta untuk berani mengekspresikan emosi lewat nyanyian serta meraih prestasi dan mimpi di dunia tarik suara. Kompetisi tahunan ini membuktikan bahwa ajang tersebut bukan sekadar tempat unjuk bakat, melainkan sebuah panggung inspirasi yang menyatukan 82 talenta dari berbagai penjuru Jawa Timur. Acara ini juga diselenggarakan sebagai upaya pencegahan bullying, dengan berani menyuarakan diri lewat nyanyian bukan untuk mengejek atau merendahkan satu sama lain, melainkan untuk tumbuh bersama, saling menguatkan, dan meraih mimpi.

Singing Competition 2025 mulai membuka pendaftaran pada 1 Juli–10 Agustus 2025 dengan 3 pilihan kategori. Kategori pertama adalah anak-anak untuk rentang usia 7–12 tahun dengan biaya pendaftaran sebesar Rp50.000 per orang. Kategori kedua adalah remaja untuk rentang usia 13–18 tahun dengan biaya pendaftaran sebesar Rp60.000 per orang. Selanjutnya, kategori dewasa untuk rentang usia ≥ 19 tahun dengan biaya pendaftaran Rp70.000 per orang. Guna menambah antusiasme pendaftar, panitia memberikan diskon 20% untuk 9 pendaftar tercepat di seluruh kategori, serta diskon 10% khusus untuk seluruh mahasiswa FMIPA UM. Setelah melalui proses rekapitulasi, diketahui bahwa kategori anak-anak menjadi kategori dengan jumlah  pendaftar terbanyak.

Acara ini dilakukan dalam dua tahap penjurian, yaitu tahap penjurian babak penyisihan dan tahap penjurian babak final. Dalam tahap penjurian babak penyisihan, para peserta wajib untuk mengirimkan video karya pada link yang telah disediakan. Para peserta serentak menunjukkan penampilan terbaik mereka. Video yang dikirimkan kemudian diseleksi oleh dewan juri secara online pada babak penyisihan untuk menentukan top 15. Lalu, para peserta yang dinyatakan lolos dalam top 15 diminta untuk hadir secara offline dalam babak final Singing Competition 2025 yang diselenggarakan pada 6 September 2025. Penjurian pada babak penyisihan dilakukan oleh Ibu Sasi Adiarti dan Dr. Karkono, S.S., M.A.. Sedangkan untuk babak final, penjurian dilakukan oleh Ibu Sasi Adiarti dan Bapak Dwi Kristian. Ibu Sasi Adiarti merupakan instruktur vokal Purwa Caraka Music Studio Malang dari tahun 2004 hingga sekarang, sekaligus pelatih female choir Universitas Negeri Malang. Sedangkan Dr. Karkono, S.S., M.A., merupakan dosen Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Beliau berpengalaman dalam musik tradisional Jawa karawitan serta mumpuni dalam bidang musik di berbagai genre. Selanjutnya, Bapak Dwi Kristian merupakan pendiri sekaligus pelatih dari Vocapedia Singing Course, serta pernah menjadi juri dalam ajang Piala Gubernur Bali tahun 2017.

Pada puncak acara, yakni tanggal 6 September 2025, tim panitia GSC-5 sudah bergerak lincah sejak fajar menyingsing tepat pukul 06.00 WIB. Panitia memastikan setiap detail penyelenggaraan acara berlangsung tertib, lancar, dan sesuai rencana. Udara sejuk Kota Malang menyambut para peserta ketika pintu registrasi dibuka pukul 07.00 WIB di Aula Gedung D3, Fakultas Ilmu Pendidikan. Sejak awal, antusiasme peserta sudah terlihat jelas melalui penampilan memukau yang mereka persiapkan. Para peserta perempuan tampak anggun dalam balutan gaun indah, sementara peserta laki-laki terlihat gagah dengan jas rapi, semuanya selaras dengan tema kompetisi. Setiap penampilan mereka bukan hanya mencerminkan keseriusan, tetapi juga semangat besar untuk bersaing secara sehat.

Dokumentasi Para Peserta Berfoto di Photo Booth

Untuk menambah semarak acara, GSC-5 menghadirkan photo booth yang menarik. Area ini menjadi magnet utama, tempat senyum, tawa, dan pelukan hangat keluarga terabadikan. Momen-momen inilah menjadikan kompetisi ini lebih dari sekadar ajang persaingan, melainkan sebuah perayaan kebersamaan yang menghadirkan kenangan indah bagi setiap orang yang hadir.

Kegiatan diawali dengan registrasi sesi I untuk peserta kategori anak-anak dan remaja. Setelah registrasi sesi I, acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Pelaksana, dilanjutkan oleh Ketua Umum GSC-5 2025, dan diakhiri oleh Kepala Departemen Seni dan Olahraga BEM FMIPA UM 2025 sebagai perwakilan Ketua Umum BEM FMIPA UM 2025. Tepat pukul 08.50 WIB, rangkaian penampilan resmi dimulai dengan kategori anak-anak sebagai pembuka. Setiap peserta diberi waktu 10 menit untuk tampil, termasuk sesi tanggapan dari dewan juri. Dewan juri tidak hanya memberikan penilaian objektif berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, tetapi juga berperan sebagai mentor. Banyak peserta, terutama yang baru pertama kali berkompetisi, mendapatkan masukan berharga. Bimbingan yang diberikan mencakup teknik vokal yang tepat, pengaturan pernapasan agar tidak kehabisan napas di tengah lagu, hingga cara menghayati lirik agar pesan lagu tersampaikan dengan sempurna. Hal ini menjadi bekal penting bagi peserta untuk terus mengembangkan kemampuan mereka di masa depan, bahkan jauh setelah kompetisi ini usai. 

Dokumentasi Penampilan Peserta

Pada pukul 12.30–13.20 WIB, peserta dipersilahkan melaksanakan ISHOMA. Pada saat yang sama, panitia secara bergantian melanjutkan persiapan registrasi sesi II untuk peserta kategori remaja dan dewasa. Waktu istirahat ini juga dimanfaatkan oleh peserta untuk melatih kemampuan vokal mereka di ruang terbuka sebagai persiapan penampilan berikutnya. Tepat pukul 13.50 WIB, acara kembali dilanjutkan dengan penampilan dari kategori remaja dan dewasa.

Setelah seharian penuh tersaji penampilan yang memukau, tibalah momen yang paling ditunggu, yaitu pengumuman para pemenang. Suasana ruangan dipenuhi ketegangan sekaligus harapan, namun tetap diwarnai sorakan dukungan antarfinalis. Rasa haru tak terbendung saat nama-nama pemenang diumumkan, menjadi bukti nyata kerja keras dan dedikasi yang terbayar lunas. Untuk kategori anak-anak, juara pertama diraih oleh Fatima Francisca Barcelos, diikuti oleh Jordanta Abraham Chora Subagio di posisi kedua, dan Don Joseph Salomo Sae di posisi ketiga. Pada kategori remaja, juara pertama ditempati oleh Ratu Bellatrix Yuwono, disusul oleh Salsabhila Adelia Alika Fitri sebagai juara kedua, dan Clarissa Maudy sebagai juara ketiga. Sementara itu, di kategori dewasa, juara pertama berhasil diraih oleh Mohammad Adzim Malik, diikuti oleh Eivelin Helza Niermala di posisi kedua, dan Elvina Permatasari di posisi ketiga. Singing Competition 2025 ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang, pemberian cendera mata kepada dewan juri, serta pembacaan doa penutup sebagai tanda berakhirnya rangkaian acara.

Dokumentasi Penyerahan Cendera Mata kepada Dewan Juri

Singing Competition 2025 yang diselenggarakan oleh Gema Suara Cipta (GSC-5) berhasil meraih kesuksesan besar, bahkan melampaui ekspektasi. Acara ini tidak hanya menjadi ajang pencarian bakat, melainkan juga perayaan inspiratif atas dedikasi dan kerja keras para peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Soliditas panitia serta bimbingan dewan juri yang berpengalaman menjadikan kompetisi ini berlangsung sportif, meriah, dan penuh suasana kekeluargaan. Melalui harmoni suara, GSC-5 berharap dapat terus menjadi wadah untuk menyalakan bakat serta menyebarkan semangat positif bagi generasi muda maupun kalangan dewasa.

Komentar